Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

NURISTV SHOP (Toko Online)

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 19 Oktober 2013 | 09.57

Alhamdulillah, Kini telah hadir....
NURISTV SHOP adalah Toko Online yang menyediakan berbagai sarana belanja untuk kaum muslimin. Dalam rangka memudahkan pengunjung Nuristv/Nurisfm untuk mendapatkan produk yg pernah kami publish di Blog ini maka Kami membuka toko online khusus di www.nuristv-shop.com yang menyediakan berbagai sarana pembelajaran dan kebutuhan muslim seperti: Film Islam, Software islam, Al Kubro, Media Belajar, VCD Anak Islam, Film Kartun Islam, Film Sejarah Islam, Nasyid, Murottal Al Quran  Audio MP3 kajian, Audio MP3 murottal, Video kajian, Video Murottal, Software panduan pendidikan dan lain lain. 

Harapan kami tentunya dengan membuat Toko online ini bisa menghidupi Radio dan mendirikan Stasiun TV Dakwah yang kami cita-citakan. Dan sementara TV kami masih mengudara via video streaming.

Semoga kami bisa memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengunjung sekalian. kritik  yang membangun sangat kami nantikan.
09.57 | 0 komentar

SHALAT SANG PEMBEDA

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 16 Oktober 2013 | 12.39

Terdengar kumandang iqamah.Jama'ah shalat mengatur shaf. "Sawuushufuufakum fainna taswiyata shufuf
min tamaamissholaah. "(rapikan lah shof-shof kalian, karena rapinya shof- shof adalah
bagian dari kesempurnaan sholat)", imam berucap,menoleh sebentar kearah ma'mum
kemudianbertakbir'Allahu Akbar".

Sekelompok anak yang sudah berada di halaman masjid sejak adzan terlantun, belum
juga tergerak masuk masjid untuk bergabung dengan jama'ah shalat. Mereka tetap asyik
ngobrol.Tanpa beban dan rasa bersalah. Raka'at pertama telah berlalu, raka'at
kedua selesai, hingga duduk tahiyat awal. Ketika jama'ah shalat memasuki raka'at
ketiga atau yang terakhir karena jama'ah itu sedang melaksanakan shalat maghrib, barulah
sekelompok anak itu masuk, mengenakan sarung, merapikan diri dan ikut berjajar
"heboh".Dengan terburu-buru, sebagian mereka menyusul untuk "menyamakan
kedudukan"raka'at jama'ah lain. Sebagian lain ada yang menambah shalat setelah imam
mengucap salam.

Aneh tapi nyata. Prihatin? YA! Mengapa? Karena, kejadian itu tidak hanya dua tiga
kali ditemui, tapi hampir setiap kali shalat berjama'ah di masjid yang dihadiri oleh anak-
anak itu. Mereka pun bukan lagi anak-anak balita yang masih mendapat keringanan.
Mereka, anak-anak yang telah baligh. Mukalaf. Sebagian mereka, bahkan ada juga yang
bersekolah di sekolah berlabel lslam. Anehnya lagi, di antara jama'ah itu ada para ayah anak-
anak tersebut.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana itu bisa  terjadi berulang? Siapa yang salah? Siapa yang
harus bertanggung jawab? Tanggung jawab terbesar, tentulah di
pundak orang tua. Memantau keseharian anak dan kegiatan yang mereka Iakukan,
mengarahkannya dengan baik dan benar.

Terutama masalah SHALAT! Karena shalat adalah amal utama dan sang pembeda.
Lingkungan pun dapat memberi pengaruh. Bila para jama'ah dewasa yang hadir sepakat
mengingatkan anak-anak itu, baik dengan kata-kata atau tindakan. Lambat laun, anak-anak itu
akan mengerti bahwa apa yang mereka lakukan mengganggu dan salah!

Bersegera menyambut panggilan adzan, menutup pintu-pintu syaithan. Tapi, segera
setelah adzan berlalu, syaithan kembali menggoda. Begitu pula ketika iqamah terdengar,
syaithan menyingkir dan datang kembali untuk menggoda ketika iqamah selesai.

Maka, langkah menuju masjid sembari membisik do'a hingga sampainya, kaki kanan
menapak altar baitullah dan mengucap "Allohumaftahlii abwaaba rahmatik" tak lupa
menghatur sembah padaNya dua raka'at, tahiyyatul masjid dan menguntai mutiara pujian
serta permohonan pada sang maha pemberi hingga imam shalat hadir mengawal jama'ah.
Itulah yang seyogyanya dilakukan seorang yang berniat suci menghadiri jama'ah shalat
di masjid.

Shalat adalah ukuran baik dan buruk amal. Melalaikannya adalah melalaikan hak Allah SWT
dan kewajiban seorang hamba. Maka, tanamkanlah selalu urgensi shalat
pada diri anak agar ia tak lupa, meremehkan dan melalaikannya.

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat
bagi orang-orang yang beriman. Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia melain-
kan supaya mereka mengabdi kepada-KU". (At-Thur: 55-56)

12.39 | 0 komentar

VCD AL MAWARITS (Bagaimana Islam Mengatur Warisan)

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 04 Oktober 2013 | 09.05

"Pelajarilah ilmu Faroidh dan ajarkanlah ia, harena la sesungguhnya merupahan separo ilmu, ia akan  dilupakan dan yang paling pertama akan dicabut dari umatku" (HR. Ibnu Maiah & Darquthni)

Ilmu al-Faroidh atau al-Mawarits, adalah ilmu wajib yang saat ini jarang dibahas di masyarakat Islam umum bahkan dalam lingkup kajian Islam. Hanya sedikit ummat Islam yang mengerti, sehingga dalam masalah pembagian harta warisan seringkali terjadi kedholiman antar ahli waris, baik disengaja atau tidak, karena buta hukumnya.

VCD ini memuat berbagai materi fundamental dalam masalah warisan. Pendahuluan, materi pokok, serta contoh kasus.

Fitur/metode VCD :
■    Menggunakan simbol/gambar dengan arti yang mudah dipahami.
■    Menelusuri ahli waris dengan diagram animasi : nasab, furudh, ashobah, dzawul arham yang selama ini tidak dimuat dalam buku/kitab tentang warisan.
■    Puluhan diagram animasi bergerak dipandu suara yang akan membantu anda, lebih mudah memahami tiap kasus ahli waris.
■    Dilengkapi teks penting pada layar, yang akan membantu memahami materi
■   Materi dibagi dalam 12 film terpisah, agar bisa diakses langsung / diulang pada bab tertentu jika ada yang ingin lebih dipahami. Tekan tombol menu pada remote player untuk menampilkan DAFTAR BAB
■    Cocok bagi kalangan umum, maupun pengajar untuk pendamping pengajaran ilmu al-faroidh / al-mawarits.

MATERI VCD INI DIKEMBANGKAN
DARI CD PROGRAM AL FAROIDH YANG SUDAN BEREDAR SEBELUMNYA

Abdullah Malik Akbar
MURAJAAH MATERI :  Ustadz Abu Umar Basyiir
KITAB RUIUKAN UTAMA
Al-Faraaidh karya Muhammad bin All Ash-Shaabuni
Al Khulashah fil  Faraaidh karya Rashly bin Muhammad Misyri Al Ghaamidi
Asy-Syahrul Mumti 'ala Zaadil Mustaqni karya Muhammad Shalih al Utsaimin
Ahkamul Mawaarits Fil Fiqihil Islam karya Al Azhar
Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq
Minhajus Saalikin wa Tauhidhul Fiqhi fid-Diin karya Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
09.05 | 0 komentar

AL FAROIDH (WARISAN)

Pelajarilah Ilmu Faroidh dan ajarkanlah ia, karena sesungguhnya ia merupakan separo ilmu, ia akan dilupakan dan yang paling pertama akan dicabut dari umatku (HR. Muttafaqun 'alaih)

Al Faroidh (al Mawarits) adalah ilmu yang membahas tentang hukum-hukum warisan. la adalah salah satu ilmu mulia yang wajib dipelajari oleh tiap muslim. Namun sayangnya ilmu ini hampir hilang dari tengah-tengah kaum muslimin. Amat sedikit yang menguasai dan memahaminya. Apalagi yang menerapkannya. Padahal Allah telah mengatur dengan jelas tentang masalah warisan.

CD ini memuat berbagai materi pokok dalam ilmu Faroidh. Kewajiban sekitar tirkah, syarat-rukun warisan, jenis-jenis ahli waris, ketentuan dan kondisi bagi ahli waris, diagram ahli waris, cara dan contoh perhitungan,
Dibuat dengan model interaktif dan simpel, sehingga mudah difahami pokok-pokoknya.

Dilengkapi dengan program komputer untuk mempermudah prosses perhitungan. Anda tinggal memasukkan nama, kedudukan dan jumlah harta warisan, out put berupa nama yang berhak, yang terhalang, serta jumlah harta yang diterima.
08.48 | 0 komentar

KURBAN - Film Tentang Ayahanda Nabi Muhammad SAW

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 02 Oktober 2013 | 16.04

KURBAN - Film tentang Abdullah - Ayah dari Nabi Muhammad SAW. "Zahbi" adalah nama Persia film ini yang didasarkan pada kehidupan Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah dari Nabi terakhir, Muhammad SAW. Film ini menyoroti beberapa kejadian sejarah yang berputar di sekitar karakter Hazrat Abdullah.

1) Karakter Hazrat Abdul Muthalib,  kakek dari Nabi Muhammad SAW
2) Penggalian sumur ZamZam
3) Sumpah Hazrat Abdul Muthalib untuk memiliki lebih banyak anak
4) Pemenuhan Sumpah - yang menyoroti karakter Hazrat Abdullah dan berapa banyak orang-orang Mekah yang melekat pada dirinya
5) Menikahnya Hazrat Abdullah dengan Siti Aminah
6) Wafatnya Hazrat Abdullah

Segera Subtitle Bahasa Indonesia
16.04 | 1 komentar

Iran - Qatar duel di film tentang Nabi Muhammad SAW

Sineas Iran dan Qatar kini tengah bersaing membuat film tentang kehidupan Nabi Muhammad yang akan diangkat ke layar lebar. 

"Wajar jika para ulama sangat khawatir dengan pembuatan film ini," kata produser film The Lord of The Rings Barrie Osborne yang direkrut sebagai penasihat film ini.
Seolah tak mau kalah, sutradara asal Iran Majid Majidi juga akan mulai membuat film kisah kehidupan Nabi Muhammad Oktober tahun lalu dengan total biaya Rp 291 miliar. 

Karakter Nabi dalam film produksi Majidi itu tidak akan memperlihatkan wajah Nabi. Menurut aliran Islam Sunni menggambarkan atau memperlihatkan wajah Nabi dilarang. Tahun lalu film Innocence of Muslims buatan Sam Bacile, seorang Yahudi Amerika Serikat mengundang protes dan unjuk rasa besar-besaran di sejumlah negara Timur Tengah dan mayoritas muslim. Film itu menghina Nabi sebagai tukang perayu wanita.


Ketika proyek produksi film Nabi Muhammad Saw telah melewati tahap produksi, sejumlah berita menunjukkan upaya sejumlah negara Arab untuk memproduksi film serupa. Bedanya di sini, negara Arab tersebut menggandeng Hollywood menggarap film serupa yang bakal diluncurkan oleh Republik Islam Iran. Skenario film tak banyak beda dan uniknya film dengan tema sama ini bakal diluncurkan berbarengan.

Sejak pertama proyek pembuatan film Nabi Muhammad Saw beserta perinciannya yang disutradarai Majid Majidi dimuat oleh media massa,diharapkan dapat memicu reaksi. Khususnya film ini sepenuhnya diseting mendunia dan telah memasuki tahap produksi. Harapan ini bukannya tak ada tujuan, karena film Nabi Muhammad Saw sangat penting, sensitif serta membidik banyak audien.

Perbincangan mengenai film ini memiliki dimensi internal dan terkadang global. Namun di dimensi internasional muncul berbagai kejadian yang patut direnungkan terkait film ini. Bersamaan dengan konspirasi politik sejumlah negara Arab terhadap kepulauan di selatan Iran, mereka juga melakukan konspirasi media di sejumlah media anti Iran yang berporos pada film Nabi Muhammad Saw.

Sebuah koran Wahabi yang dicetak di Madinah tahun lalu mengklaim syuting film Nabi Muhammad Saw telah rampung dengan dibintangi oleh seorang aktor yang memerankan Nabi serta keberatan para ulama al-Azhar. Berbagai media Wahabi lainnya sejak lama merilis berita pembuatan film ini mulai menebar agitasi.

Terlepas dari itu semua, produksi film layar lebar Nabi Muhammad Saw setelah gelombang penistaan terhadap sosok suci ini yang melukai hati umat Islam semakin penting. Mungkin karena itu pulalah, Syeikh Yusuf al-Qaradawi bersama sejumlah ulama Sunni lainnya meluluskan pembuatan film Nabi Muhammad Saw di Hollywood.

Menurul laporan Aljazeera, alasan Qaradawi adalah, "Menyusul penistaan berulang kali terhadap Nabi dan pengikutnya di dunia, umat muslim harus mengambil langkah pasti untuk menjelaskan kehidupan junjungan mereka dan pesan-pesannya kepada non muslim di seluruh dunia. Bersamaan pula, Ahmad al-Hashimi, direktur Alnoor, Qatar optimis bahwa produksi film Nabi Muhammad di Hollywood merupakan jalan terbaik untuk menyampaikan pesan Islam kepada dunia.

Sebuah perusahaan dari Qatar, Alnoor Holding menyatakan akan menaikkan bujet untuk sebuah rencana serial film tentang kehidupan Nabi Muhammad menjadi US$1 Miliar dari US$1,5 juta yang diumumkan tiga tahun lalu.

Film biografi ini akan diproduksi sebagai sebuah serial yang terdiri dari "tujuh film – dan bukannya tiga film yang sebelumnya pernah diumumkan – dengan total bujet US$1 miliar," kata kepala Alnoor, Ahmed Al-Hashemi dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh AFP pada Selasa (18/12).

Perusahaan ini menyatakan bahwa "Tim yang terdiri dari para pakar telah menyelesaikan penulisan scenario setelah mengatasi sejumlah tantangan dalam bidang artistik dan dramatik."

Alnoor mengumumkan pada tahun 2009 bahwa mereka tengah mencari pembiayaan untuk film serial yang akan diproduksi oleh Barrie Osborne, seorang veteran Hollywood lebih dari 40 tahun yang salah satunya pernah memproduksi film Lord of the Rings dan The Matrix.

Nabi Muhammad sendiri tidak akan muncul di film, mengikuti aturan yang diyakini dalam tradisi Islam yang melarang memberikan gambaran tentang Sang Nabi.
Ulama Sunni dari Qatar, Sheikh Yusuf Qaradawi, kepala Asosiasi Sarjana Muslim, akan memimpin riset tentang film itu dan bertindak sebagai konsultan teknis dalam proyek tersebut.

Alnoor mengatakan film ini akan berbahasa Inggris dan akan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang berbeda " untuk mengoreksi gambaran yang salah dari masyarakat Barat tentang Islam".

Awal tahun lalu, sebuah film berbujet rendah yang diproduksi Amerika Serikat yang berjudul Innocence of Muslims yang mengolok-olok Nabi Muhammad telah memicu gelombang kekerasan anti Amerika Serikat yang mematikan. 

Sebaliknya, kantor berita Iran Mehr mengkritik keputusan Qatar untuk merekrut Hollywood membuat film tentang Nabi Islam: "Seiring dengan petualangan negara-negara Arab 'pada masalah Teluk Persia pulau Iran, media mereka host propaganda anti-Iran Wahhabi, dengan fokus pada 'Nabi Muhammad. "

Film tentang Muhammad yang paling terkenal adalah 'The Message', dibuat oleh produser 'Halloween' Moustapha Akkad pada 1977. Film itu didanai oleh diktator Libya Muammar Gaddafi setelah Hollywood menolak mendanainya. Dibintangi oleh Anthony Quinn dan Irene Papas,film itu menghindari penggambaran sosok Muhammad dalam layar lebar. Adegan-adegan dalam film disuguhkan dengan perspektive sang nabi, tapi gambarnya tak diperlihatkan, pun dengan suaranya. Meski demikian, film tersebut menimbulkan kemarahan dari umat muslim karena rumor yang beredar adalah Quinn sebagai pemeran Muhammad.

Sekelumit Film Garapan Majid Majidi
Seiring dengan dirilisnya rencana Qatar memproduksi film serupa garapan Majid Majidi, maka pertarungan naskah film Iran dan Amerika terkait kehidupan Nabi Muhammad Saw di layar lebar bakal menyita perhatian besar. Jika rencana pembuatan film biografi Nabi Muhammad Saw oleh Hollywood cukup menarik minat anda, maka film serupa garapan Majid Majidi yang juga memiliki standar internasional patut diperhitungkan.

Majidi memulai proyek ini sejak tahun 1386 HS (2008) dan naskah film ini tuntas tahun 1388 HS (2010). Screendaily menulis, "Majid Majidi, sutradara Iran tengah menggarap film biografi Nabi Muhammad Saw dengan bujet sebesar 30 juta dolar."

Majid Majidi memilih masa kecil Nabi sebagai bagian dari filmnya. Masa kecil Nabi menurut Majidi akan menjadi pendukung untuk menjelaskan risalah kenabian dan masalah khatamiat (nabi akhir zaman). Film akan dibuka dengan menampilkan kehidupan zaman jahiliyah dan kondisi sosial ketika nabi dilahirkan.

Cerita film akan berlangsung dari kelahiran Nabi hingga usia 12 tahun ketika beliau untuk pertama kalinya menyertai pamannya, Abu Talib pergi berdagang ke Syam dan berakhir di sebuah kuil Buhaira. Buhaira adalah seorang pendeta Nasrani yang memberi kabar gembira kepada Abu Talib soal nabi akhir zaman.

Untuk menampilkan film ini diperlukan lokasi yang mirip dengan Arab Saudi. Oleh kerena itu kemudian diadakan riset untuk mendukung naskah film. Kemudian dimulailah riset geografi Mekan dan Madinah serta diterapkan pada lokasi syuting film di Iran.

Sumber: Dari Berbagai Sumber
15.05 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Laman

Pengunjung