Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

MANUSIA DAN TINGKAH LAKUNYA

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 23 Maret 2014 | 18.06

MANUSIA SEBAGAI OBJEK PSIKOLOGI

1. Manusia sebagai objek psikologi adalah makhluk jasmani rohani yang utuh. Meskipun keduanya bisa dipisahkan di dalam pengertian, namun sangat sulit dimengerti hakikat kesatuannya. Untuk membuktikan adanya psyche (jiwa) sebagai sesuatu yang nyata, telah disepakati tidak mungkin.

Jiwa dan tubuh bagaikan dua sesuatu yang digabung menjadi satu keseluruhan, tetapi merupakan bentuk kesatuan yang penuh misteri dan merupakan satu keseluruhan yang tetap unik dari sejak bertemunya sperma laki-laki dengan ovum wanita di dalarn rahim.

Ketidakmengertian kita itu, sama dengan ketidaktahuan kita tentang menyatunya tebu dengan manisnya, garam dengan asinnya. Dengan demikian yang bisa kita simpulkan dalam hipotesis bahwa eksistensi manusia ialah kesatuan bulat psiko-fisik. Jiwa sebagai kekuatan abstrak yang menimbulkan kesadaran, bersifat subjektif, bebas tapi memerlukan hubungan dengan tubuh. Roh adalah kehadiran (presensi) sentuhan getaran Ilahiyah (impuls) yang bersifat metafisik dan menimbulkan efek yang serba-subjektif. Ia merupakan utusan istimewa dari Tuhan bagi makhluk manusia saja. Akan tetapi is bukan sesuatu milik manusia menurut sewajarnya, juga bukan sesuatu yang bersifat instrumentalistis. Energi-energi yang timbul dari padanya merupakan konsep-konsep meta-empiris.

2. Manusia, adalah makhluk yang diciptakan dari dua suku cadang yang merupakan satu nisbah (relasi dan relevansi) dari segi fungsinya. Jadi, tubuh itu dijiwai, dan jiwa itu dirohi kemudian menyatakan diri dalam bentuk tingkah laku, Roh inilah yang hanya menjadi urusan Tuhanku karena roh ini merupakan jalur penghubung antara manusia dengan Tuhannya (vertikal) dan saluran yang menghubungkan manusia dengan sesamanya (horizontal) dan antara manusia dengan alam lingkungannya (diagonal). Karenanya manusia dipilih menjadi kholifah-Nya di atas bumi ini dan diperintah agar senantiasa menyucikan (mempersucikan) jiwanya.

3. Manusia mempunyai berbagai gejala psikis karena ia adalah makhluk kesatuan psiko-fisik secara utuh. Sejak dulu sampai kini telah disepakati bahwa gejala-gejala jiwa manusia yang menyatakan diri dalam bentuk tingkah laku itu, tumbuh dan muncul atas dasar dua kekuatan, yaitu kekuatan yang tumbuh dari dalam diri manusia sendiri yang dibawanya sejak lahir berwujud benih-benih atau potensi-potensi naluriah dan kemampuan-kemampuan dasariah. Sedangkan yang kedua diakui muncul karena adanya rangsangan-rangsangan dan pengaruh-pengaruh dan luar dirinya, faktor lingkungannya dan faktor pendidikannya. Faktor yang manakah yang paling dominan, paling kuat memberi pengaruh dalam din manusia, faktor dasarkah atau faktor ajar? Aliran Nativisme mengatakan faktor dasar. Faham Empirisme berpendapat faktor luar paling berpengaruh dan lebih kuat dominasinya. Kemudian Teori Konvergensi menyatakan bahwa kedua-duanya berpadu dan bersatu, saling mempengaruhi secara dominan. Tentang kekuatan mana yang paling dominan bergantung pada faktor manakah dalam tingkah laku seseorang di saat itu yang lebih banyak mewarnai dan mempengaruhi. Ternyata memang, baik faktor dasar maupun faktor ajar senantiasa ada dan terns berlangsung pada din manusia setiap saat. Untuk menentukan mana yang lebih kuat pengaruhnya sangat sulit dibedakan karena sama-sama subjektifnya. Dan satu hal yang jelas, bahwa manusia itu dicipta di atas satu fithrah ciptaan Allah yang dalam perkembangan selanjutnya kemudian dikenal dengan istilah gejala-gejala jiwa. Gejala-gejala jiwa itu membentuk tingkah laku. Tingkah laku manusia ini akan tetap lurus selama ia masih berada dalam sikap hidup yang sesuai dengan fitrah itu. Fithrah inilah Dienul Islam (peraturan sempurna) dari Allah untuk manusia, melalui Nabi Muhammad saw. yang dituangkan dalam Alkuran dan dijabarkan dalam Al Hadits, dan disampaikan melalui dakwah.
18.06 | 0 komentar

Film Akhlak Anak Muslim: Ali Baba VS Para Pencuri

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 21 Maret 2014 | 15.43


Ali Baba adalah seorang miskin yg kerjanya mencari kayu baker di hutan. Pada suatu saat Ali  Baba melihat pasukan berkuda masuk ke sebuah gua  rahasia didalam hutan, ternyata gua tersebut tersebut tempat penyimpanan harta rampasan para pencuri yg berjumlah 40 orang.

Ali Baba pun mulai beraksi, dengan siasat dan strateginya Ali Baba bermaksud mengambil harta rampasan tersebut, dan menangkap para pencuri sambil menunaikan mimpinya jadi saudagar kaya....
15.43 | 1 komentar

Film Akhlak Anak Muslim: Qorun "Anak Miskin Menjadi Raja"

Kisah seorang anak miskin dari desa, pergi kesebuah kota untuk memperbaiki nasib berbekalkan keberanian dan do'a restu dari sang ibu yang sangat mencintainya. Ada banyak cerita lucu, lugu dan polos dari anak miskin yang berkepala plontos ini, sekaligus mengharukan bagaimana ia berjuang mempertahankan hidup di sebuah kota, dalam perjalannya dia ikut syaimbara yang di adakan oleh sebuah kerajaan yang memperebutkan putri raja sebagai hadiahnya, Bagaimana cerita ini berakhir....

Berminat Mendapatkan VCD ini bisa menghubungi Admin di 085716863625
15.22 | 1 komentar

Film Akhlak Anak Muslim: Salam "Sang Pembela Kebenaran"

Disebuah kota Arabia pada masa keemasan Islam, Salam dan sahabat-sahabatnya ; Hud-hud dan Gajah senantiasa bersama-sama berpetualang. Pada suatu saat "Salul" sang pencuri memanfaatkan kebaikan salam untuk mengambil uang Zakat Baitul Maal yg dikatakan miliknya
yg dicuri. Dan Salampun akhirnya terpedaya oleh tipu daya salul, dengan kelihaiannya memanah salam  mengejar para pencuri tersebut untuk mengembalikan uang tersebut kehadapan sang raja,..

Berminat memiliki VCD ini bisa menghubungi Admin di 085716863625
15.09 | 1 komentar

Shalih Tak Harus Terkenal

Allah Ta'ala berfirman; "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur," ( Al Quran surat an-Nahl : 78 ).

Firman Allah Ta'ala itu menegaskan, semua manusia dilahirkan hanya dibekali tiga hal yang sama: pendengaran, penglihatan dan hati. Karenanya, semua orang pada dasarnya punya potensi sama untuk menjadi orang shalih atau tidak. Keshalihan seseorang bergantung pada sejauh mana isa mengoptimalkan modal yang diberikan Allah tersebut.

Begitu juga halnya orang-orang shalih yang dicatat sejarah. Mereka lahir sebagai manusia biasa. Lalu belajar mengenal Allah Ta'ala dan mengimani-Nya. Mereka mendekat pada Allah, dan Allah pun dekat pada mereka. Tentu saja keberhasilan mereka menjadi orang shalih tidak terlepas dari dukungan lingkungan sekitarnya, utamanya keluarga.

Karena orang-orang shalih itu adalah orang-orang biasa, maka tak heran pada banyak hal mereka tak jauh berbeda dengan keadaan orang biasa. Mereka bisa punya masalah keuangan, keluarga, kejenuhan, kelelahan dan seterusnya, Bahkan mereka bisa berbuat kesalahan. Perbedaan orang shalih dengan orang biasa terletak pada bagaimana menyikapi problema yang dihadapi dan kesalahan yang terjadi.

Jika orang biasa cenderung larut dalam problema yang dihadapinya kaum shalih itu mampu keluar dari persoalan yang melilitnya dengan elegan. Begitu juga halnya dalam soal berbuat salah. Berbeda dengan orang biasa yang umumnya terbuai kesalahan dan tak gampang bertaubat, orang-orang shalih amat sensitif terhadap kesalahan dan bersegera bertaubat.

Menyebut orang-orang shalih itu bisa salah, bukan untuk memperkecil kebesaran mereka. Bukan. Tapi, untuk memperbesar harapan kita untuk menjadi seperti mereka: shalih. Kita sama seperti mereka. Sama-sama punya potensi untuk menjadi shalih.

Betapa biasanya orang-orang shalih itu dalam hidup kesehariannya, bisa dilihat pada bebeberapa kisah berikut. Setelah dibaiat sebagai khalifah, Abu Bakar ash-Shiddiq tetap berdagang kain di pasar. Umar bin Khaththab lantas memintanya berhenti. "Lalu, apa yang akan dimakan keluargaku kalau aku tidak berdagang," jawab Abu Bakar. Khalifah pertama pengganti Rasulullah saw itu terus berdagang sampai akhirnya Umar mengusulkan agar ia digaji dari Baitul Mal agar bisa konsentrasi mengurus negara.

Fathimah lecet-lecet telapak tangannya karena mengerjakan sendiri urusan rumah tangga. la sempat meminta pembantu dari ayahnya. Tapi Rasulullah saw menggantinya dengan yang lebih baik: do'a.
Selain masalah nafkah, para salafus shalih juga menerima ujian. Zaid bin Arqam diuji Allah dengan kebutaan. Begitu juga dengan Abdullah bin Ummi Maktum. Kedua orang tua Ammar bin Yasir dibunuh. Ummu Salamah ditinggal mati oleh suami yang sangat ia cintai.

Orang-orang shalih itu pun pernah berbuat "salah". Rasulullah saw menugaskan Khalid bin Walid memimpin ekspedisi perang ke suatu wilayah yang didalamnya ikut Ammar bin Yasir. Sebelum perang Khalid mengutus sejumlah orang untuk menyeru penduduk daerah itu kepada Islam. Tiba-tiba ada seorang laki-laki menemui Ammar dan menyatakan masuk Islam. "Apakah ke-Islamanku bermanfaat jika aku tetap tinggal di kampungku ini?" pinta laki-laki itu. Ammar pun mengiyakan. "Aku yang menjaminmu," tambah Ammar.

Ketika masuk ke kampung itu, Khalid mendapatkan penduduknya sudah melarikan diri, kecuali keluarga laki-laki itu yang segera ditangkapnya. "Mereka sudah masuk Islam, tak ada alasan untuk menangkapnya," Ammar membela.

"Apa urusanmu dengannya? Apakah engkau telah menjaminnya padahal pemimpin pasukan ini aku?" ujar Khalid.

Keduanya sempat terlibat perdebatan panjang. Ketika kembali ke Madinah, keduanya segera menghadap Rasulullah saw dan menceritakan masalah mereka. Rasulullah saw membolehkan tindakan Ammar, tetapi melarangnya untuk mengulangi lagi. Namun antara Khalid dan Ammar tetap terlibat perdebatan. Khalid sempat marah dan berkata, "Wahai Rasulullah, mengapa ia tetap menghinaku padahal kami berada di depanmu?"

"Cukup wahai Khalid! Siapa yang membenci Ammar, akan dibenci Allah. Siapa yang melaknat Ammar, akan dilaknat Allah," ujar Rasulullah saw.

Ammar keluar. Khalid buru-buru mengikuti. la menarik baju Ammar dan meminta maaf.
Pada kesempatan lain, Umar bin Khaththab pernah mau "melabrak" Amr bin Ash yang kala itu menjadi panglima. Amr bin Ash melarang pasukan menyalakan obor. Padahal keadaan sangat gelap. Umar marah. Antara dua jagoan itu hampir terjadi percekcokan. Abu Bakar yang juga ikut menjadi prajurit segera melerai, "Tahan wahai Umar! Sesungguhnya dia tidak diangkat sebagai panglima kecuali karena keahliannya dalam berperang." Umar pun tenang.

Anas bin Malik pernah melirik dan memperhatikan kecantikan seorang wanita. la pun ditegur khalifah Utsman, "Telah masuk salah seorang di antara kalian yang di matanya ada bekas zina. Tidakkah engkau tahu zina mata adalah pandangan? Segeralah bertaubat. Kalau tidak, aku akan melakukan hukum ta'zir (pengasingan) padamu," ujar Utsman. Anas pun mengaku salah dan bertaubat.

Ada lagi ujian dalam bentuk lain. Rabi' Khaitsam, seorang tabiin ternama pernah digoda seorang wanita suruhan. Wanita itu melakukannya dengan harapan mendapatkan imbalan seribu dirham dari orang yang menyuruhnya. Begitu melihat wanita itu, Rabi' bin Khaitsam segera menasihatinya hingga akhirnya wanita itu bertaubat dan mengakui kesalahannya.

Begitulah. Mereka adalah manusia yang bisa "kalap", emosi dan hampir tak bisa mengendalikan diri. Tapi mereka segera bisa mengatasinya dengan bantuan saudaranya. Mereka segera bertaubat.
Orang-orang shalih juga sibuk luar biasa. Mereka meninggalkan istri, anak dan orang-orang yang dicintai untuk waktu yang lama. Namun, semua itu tak  menghalangi mereka memelihara keshalihan. Mereka tetap jadi shalih dalam kondisi sesulit apapun.

Banyak bukti, keshalihan bukan hanya milik orang-orang ternama. Baik AlQuran maupun sunnah Nabi mencatat banyak orang shalih tanpa kita mengenal namanya.

Al-Qur an mengabadikan kisah seorang laki-laki dari ujung kota yang nnembantu Nabi Musa dari kejaran Fir'aun tanpa disebut namanya. Allah Ta'ala berfirman, "Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata, "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini). Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu," (QS al-Qashash: 20).

Allah Ta'ala juga mengisahkan seorang shalih di masa Fir'aun yang telah lama memendam imannya. Ketika tiba masanya, is muncul dan menyuarakan keimanannya. Allah Ta'ala berfirman, "Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keteranganketerangan dari Tuhanmu.
 Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu. Dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu."Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta," (QS. Ghafir: 28).

Nabi Saw pernah melakukan shalat ghaib atas seorang wanita tukang bersih masjid yang meninggal dunia. Di masa Nabi juga banyak kaum dhuafa' yang mendukung dakwah. Nama mereka tak ada dalam catatan sejarah. Mereka tak dikenal. Tapi mereka orang-orang shalih.
Akhirnya, menjadi shalih adalah milik semua orang. Menjadi shalih tak mesti terkenal. Keshalihan bisa dimiliki siapa saja.





08.51 | 0 komentar

A Time For Drunken Horses

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 16 Maret 2014 | 00.10

FILM KELUARGA "A Time For Drunken Horses" Tahun 2000

Film drama keluarga adalah karya Bahman Ghobadi, terkenal juga lewat karya selanjutnya Turtles Can Fly (2004). Film ini berkisah tentang Anak-anak muda Iran Kurdi bersaudara yang mencoba menyelamatkan yang termuda dari mereka, yang sakit parah.

Ingin mengoleksi DVD ini silahkan hubungi Admin
00.10 | 1 komentar

Where Is The Friend's Home? (1987)

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 15 Maret 2014 | 23.36

Sebenarnya saya bingung mau memulai darimana karena sudah setengah tahun ini saya tidak mereview film, alasannya klasik karena lupa nama web blog saya sendiri hahaha, sekarang saya kembali dengan mereview salah satu film paling sederhana dari seorang Abbas Kiaorostomi yang tak kalah bagus dengan karya-karyanya yang lain semisal Close-Up, Taste of Cherry ataupun The Wind Will Carry Us yang semuanya berbobot namun tidak ringan seperti film yang saya ulas ini, mungkin film Where is the Friend's Home? adalah satu-satunya film Abbas yang paling akrab untuk ditonton anak-anak, bukan karena film-film beliau yang lain ada konten dewasanya, walaupun saya sendiri belum menonton semua film-film beliau, tapi karena memang film yang saya review ini mempunyai cerita yang paling sederhana namun memiliki nilai edukasi tinggi, filmnya sendiri juga hanya berdurasi 1 jam 19 menit lebih dan hanya berkutat pada karakter Ahmed(diperankan Babek Ahmed Poor) yang ingin mengembalikan buku teman satu sekolahnya yaitu Mohamed Reda Nematzadeh (diperankan oleh Ahmed Ahmed Poor) yang terbawa olehnya, sebelumnya di awal film kita diperlihatkan adegan dimana Nematzadeh dimarahi gurunya sampai menangis karena sudah 3 kali ia mengerjakan pr bukan di buku tugasnya, dan karena disebabkan karena hal tersebutlah Ahmed menjadi bertekad mengembalikan buku sahabatnya tersebut padahal Ahmed tidak tahu rumah temannya tersebut, dan hanya tahu nama daerah tempat temannya itu tinggal

    Ahmed pun rela menempuh jarak yang jauh demi bisa mengembalikan buku sahabatnya tersebut, menaiki bukit-bukit, melewati pemakaman sepi yang selalu ramai dengan suara burung gagak, berlari, dan dengan polosnya bertanya kepada orang-orang yang lewat, tapi hanya kesia-siaan yang ia dapat, Ahmed yang berusia 8 tahun pun selalu bertanya pada orang yang ditemuinya tetapi tak jarang ketidak perdulianlah yang kerap ia terima, pada awal mulanya, saat adegan sang guru yang memarahi Nem (disingkat biar gak capek ngetiknya :D ) yang terus mengulang-ulang pertanyaan meski Nem telah berkata jujur atau ketika ibu Ahmed terus menyuruh Ahmed belajar meski Ahmed sudah mengatakan harus mengembalikan buku temannya dan sang ibu tidak perduli, saya mengira ini adalah film tentang ketidak perdulian orang dewasa terhadap anak-anak (bahasa jowone ngeremehno :D ) tapi setelah di seperempat akhir film ketika ada seorang anak yang kebetulan bernama sama dengan Nem yang karena tak mengenal Ahmed tidak memperdulikan Ahmed dan pergi begitu saja, saya jadi mengerti, film ini sebetulnya tentang keacuhan orang lain terhadap orang yang tidak dikenal, karena adegan sang ibu yang seakan tidak perduli, sebetulnya intinya adalah, sang ibu perduli, namun hanya dengan nasib Ahmed sang anak, namun sang ibu acuh terhadap teman sang anak yang bukunya terbawa anaknya, toh siap juga dia, dia toh orang lain bukan anaknya? betul kan :D?

    Adegan keacuhan itu semakin kental ketika Ahmed tidak diperdulikan ketika ia bertanya pada orang-orang dewasa meski ia sudah mengeraskan suaranya berkali-kali, bukan karena Ahmed anak-anak tapi memang karena ia memang tidak dikenal,  disini pun kita bisa mengerti bahwa sebetulnya orang dewasa terkadang memiliki pemikiran yang salah, semisal ketika seorang kakek yang kebetulan mengenal Ahmed menyuruh Ahmed untuk mengambilkan roti, padahal Ahmed sudah berkali-kali mengatakan ia terburu-buru ingin mengembalikan buku temannya, sang kakek berkata pada kawannya, hal itu dilakukan untuk edukasi karena ia pernah dididik oleh orang tuanya saat kecil dengan cara seperti itu, edukasi macam apa itu? yah meskipun saya sendiri tidak begitu sepenuhnya mengerti dengan filosofi sang kakek karena subtitles film seluruhnya berbahasa inggris, dalam film ini kita juga diajarkan bahwa anak-anak yang polos lebih mempunyai semangat yang luar biasa ketimbang orang dewasa, yaitu adegan dimana ketika Ahmed mendengar secara tidak sengaja, bahwa salah satu orang dewasa yang ia tanyai ternyata bermarga Nem juga, Ahmed pun mengira orang tersebut adalah ayah sahabatnya, dan Ahmed mengejar orang dewasa tersebut tanpa lelah, meski kesia-siaan yang ia dapat karena Nem yang ia temui bukan sahabatnya melainkan Nem yang lain.

    Di tengah-tengah semua keacuhan tersebut di tengah malam, di disktrik yang jauh dari rumahnya, ternyata masih ada seseorang yang perduli, ia adalah seorang kakek tua pembuat jendela dan pintu, yang mau mengantarkan Ahmed ke rumah Nem walaupun akhirnya Nem yang dimaksud sang kakek ternyata adalah orang lain, disini mungkin kita diingatkan bahwa keperdulian sudah semakin tua dan lelah dimana kita diperlihatkan adegan sang kakek yang berjalan lamban dan kelelahan, dan disini kita juga diperlihtatkan bahwa keperdulian sudah sangat jarang, karena sepanjang film hanya kakek itulah yang mau perduli dengan Ahmed dan disini kita juga diperlihatkan seolah-olah keperdulian itu sudah ditinggalkan oleh rasa-rasa yang lain terutama keegoisan dan keacuhan manusia, dimana diperlihatkan sang kakek tinggal sendiri di rumahnya, sebuah metafora atau para kritikus biasa menyebutnya bahasa puisi film yang baik, bagi yang penasaran silahkan tonton filmnya karena saya tidak akan memberi tahu bagaimana akhir filmnya disini :D

Well Overall saya beri nilai film ini 7,3/10  
Atau Bagi Pengunjung yang ingin memiliki DVD nya bisa menghubungi Admin

Sumber Review
23.36 | 0 komentar

Kitab Al Arabiyah Baina Yadaik Edisi Revisi

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 14 Maret 2014 | 20.42


Buku Panduan Belajar Bahasa Arab "Al 'Arabiyah Baina Yadaik (العربية بين يديك)"
Penulis: 
DR. Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan
DR. Mukhtar At-Thahir Husain
DR. Muhammad Abdul Khaliq
Paket buku Al 'Arabiyyah Baina Yadaik ( Bahasa Arab dihadapan Anda ) adalah sebuah buku panduan program belajar Bahasa  Arab untuk segala tingkatan yang disusun berdasarkan penelitian mendalam tentang pengajaran Bahasa Arab, disusun oleh pakar Bahasa Arab yang sangat kompeten dibidangnya. Bertujuan untuk memudahkan pengajaran Bahasa Arab untuk orang asing (orang yang belum bisa sama sekali berbahasa Arab) dengan memanfaatkan teknologi modern demi kemajuan (pengajaran) Bahasa Arab.

Paket Buku ini bertujuan untuk memudahkan pengajaran Bahasa Arab untuk orang asing dan merupakan program yang dipelopori oleh lembaga Bahasa Arab  Al-Arabiyyah Lil Jami' (Arabic For All)  "Bahasa Arab untuk Semua" yang berpusat di Riyadh dimulai tahun 2001, produksinya mulai dikenal tahun 2003, sampai namanya menjadi yang Pertama dalam program pengajaran Bahasa Arab untuk orang asing dan hingga kini Program Arabiyya Baina Yadaik tetap bertahan menjadi Program Panduan pengajaran Bahasa Arab yang paling utama dan dijadikan rujukan hampir dipenjuru dunia mulai dari Timur Tengah, Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga Amerika baik Pelajar Lanjutan (SMP & SMA) hingga Perguruan tinggi dan sangat cocok pula untuk kalangan umum yang ingin cepat menguasai Bahasa Arab. 
Berisi metode pembelajaran Bahasa Arab lengkap, bagi mereka yang tidak berbicara dengan Bahasa Arab. Buku panduan ini mengajak pembaca dari awal sampai pada tingkat mahir berbahasa arab yang memungkinkan masuk ke jenjang perguruan tinggi dan melanjutkan studi Bahasa Arab. 
Menjadikan paket buku ini menjadi Program Pertama dan paling teruji untuk pengajaran Bahasa Arab di penjuru dunia karena memiliki kelebihan dan keistimewaan sebagai berikut:
•> Mengenalkan teori modern dalam pengajaran Bahasa Arab
•> Menggunakan metode yang mudah dan bertahap
•> Mengaplikasikan kemampuan dalam berbahasa : pendengaran, ucapan, membaca dan menulis
•> Memberikan ujian pilihan sesuai dengan tingkatan
•> Dilengkapi dengan materi-materi pendukung yang membantu program pembelajaran
•> Sesuai untuk segala tingkatan (sekolah dasar, menengah, perguruan tinggi) baik muda ataupun orang tua yang ingin cepat menguasai Bahasa Arab. 
Paket Buku "Al-Arabiyyah Baina Yadaik" satu set terdiri dari 3 jilid lengkap yang dibagi menjadi 6 buku (1 jilid 2 buku)  plus mendapatkan gratis 3 buah CD panduan. Buku ini dibuat dengan sangat menarik, fullcolor dan bergambar sehingga memudahkan bagi Anda untuk melihat contoh dan gambar yang tersaji, menjadikan belajar Bahasa Arab semakin mudah dan menyenangkan. "Kini saatnya bahasa Arab dalam genggaman Anda". Selamat belajar...!
Harga 1 Set Lengkap 6 Buku plus Gratis 3 CD Rp. 700.000,- (Harga Normal Rp. 900.000,-/Sett)










20.42 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

Follow by Email

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO NURISFM

STREAMING RADIO NURISFM

Server Lokal

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung